Senin, 23 Maret 2015

Show Your Works (Austin Kleon)

I. Buku Antologi Cerpen Bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Bekas: 2009


II. Buku Antologi (Flash Fiction) untuk Korban Tsunami Jepang: 2010

III. Buku Antologi Cerpen bareng Pipit Senja: 2014

 IV. Buku Antologi Cerpen bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi: 2015

                                                                     

Kisah Ayah Sepanjang Masa




Judul: Super Father
Penulis: Amanda Ratih Pratiwi, dan Tim Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi
Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai)

Kisah Ayah Sepanjang Masa


“...Cahaya terasa berharga saat gelap abadi.
...Suara menjadi nyata saat sempurna sepi.
...Seperti cintamu, Bapak, yang baru kami pahami saat telah pergi.”
Begitulah kalimat yang terdapat dalam kisah “Cinta tanpa Kata”dari salah satu penulis dalam buku ini, Sakti Wibowo. Sebuah kisah tentang seorang Ayah yang bersikap dingin terhadap anaknya yang mungkin sukar untuk di terima oleh seorang anak yang ingin dimengerti dan dipahami pada saat itu. Akan tetapi di balik sikapnya itu, tersimpan sejuta cinta yang tak terkira. Kisah ini begitu melankolik dan mengharukan.
Super Father adalah sebuah buku antologi  yang berisi kisah tentang pengalaman serta kenangan bersama Ayah yang tak terlupakan. Terdapat dua puluh kisah yang akan membuat kita semua merenung tentang segala jasa dan pengorbanan yang beliau berikan kepada kita.
Sosok Ayah memang tidak sepopuler seorang Ibu yang sudah melahirkan kita, yang kisahnya sering di angkat dan dibicarakan. Di balik semua itu, sosok seorang Ayah tidak kalah pentingnya. Beliau yang rela membanting tulang, bekerja keras demi menafkahi keluarga. Seorang pemimpin dalam keluarga yang memberikan contoh baik kepada anak-anaknya.
Ada enam belas penulis yang berasal dari Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi yang menyumbangkan kisahnya bersama Ayah dalam buku ini.
Seperti yang dituliskan oleh Amanda Ratih Pratiwi mengenai sosok Ayah yang menjadi inspirasinya dalam “Papiku, Papanya, dan Ayah Mereka.” Yang mengisahkan sosok Ayah yang bersikap lembut dan hampir tak pernah marah, yang banyak mengajarkan tentang arti kesabaran dan kejujuran.
Dalam kisah “Tentang Ayahku” yang di tulis oleh Ardhani yang mengisahkan tentang perjuangan seorang Ayah yang menjadi guru honorer di kota besar. Dengan gaji guru honorer yang cukup menyedihkan di tambah gaji selama tiga bulannya yang belum dibayarkan. Seorang guru honorer yang sudah dua puluh tahun mengabdi, kini nasibnya terkatung-katung karena kontrak kerjanya tidak akan diperpanjang lagi. Betapa berat tanggung jawab seorang Ayah demi menafkahi kebutuhan keluarganya. Sang Ayah rela melakukan apa saja, bahkan berencana untuk menjadi pemulung, demi agar anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah.
Banyak kisah di buku ini yang menggugah dan mengetuk relung hati. Selain itu, kisah yang dituliskan oleh Fitta Astriyani yang berjudul “Pahlawan Kalpataruku” akan membawa kita kepada sosok Ayah mempunyai hobi berkebun, memanfaatkan lahan yang ada di rumah dengan menanami berbagai macam jenis tanaman. Selain membuat rumah dan lingkungan tampak asri. Buah atau khasiat yang dihasilkan oleh berbagai tanaman tersebut pun akan berguna dan menguntungkan. Sosok Ayah yang mengajarkannya mencintai lingkungan dan alam sekitar.
“Kupetik Hikmahnya saat Dewasa” adalah sebuah kisah yang dituliskan oleh Aprilina Prastari. Mengisahkan sosok Ayah yang tegas yang mengajarkan banyak hal sejak dini seperti bagaimana menabung, bekerja keras dan berani bicara jika menginginkan sesuatu yang sudah diajarkan sejak dini, yang awalnya terkesan berat dan kejam, maka pada saat dewasa barulah tahu dan memahami hikmah di balik itu semua. Sosok Ayah telihat kaku dan kurang cair terhadap anak-anaknya tetapi memiliki hati yang lembut.
Buku ini dapat mengingatkan kita lagi akan adanya lelaki mulia dalam hidup kita yang bernama Ayah, Bapak, Papa, Abi (apapun sebutannya itu) yang api cintanya tak kan penah padam terhadap anak-anak dan keluarganya. Membaca kisah-kisah di buku ini pun akan membawa kita kepada perenungan dan pertanyaan tentang keberadaan Ayah. Sudah berbaktikah kita kepada beliau?

Kamis, 19 Maret 2015

Quiet







Quiet

Get caught a gaze sharply
Line of past time to come
Thick and stuffy

Wink for  a moment
Will feel an embrace
Then disappeared

Jalan-jalan ke Kota Apel ala Ransel




Jalan-jalan ke Kota Apel ala Ransel


Kota tujuan kita kali ini adalah kota Apel alias Malang. Berhubung jalan-jalan ini ala ransel, jadi biaya yang kita butuhkan tidak akan membuat dompet kita bolong.
Dari Jakarta ke Malang kita cukup menggunakan kereta api kelas ekonomi Matarmaja Rp. 65.000. Setibanya di Malang, untuk awalnya kita bisa berjalan-jalan menelusuri kota Malang yang adem dan rapih. Pepohonan banyak tumbuh di sepanjang jalan. Dari Stasiun ke Alun-alun kota Malang tidak jauh, cukup berjalan kaki lima belas menit.
Kondisi alun-alun yang rapih dan di kelilingi taman-taman bunga cukup membuat kita betah belama-lama di sini. Di tengah taman terdapat kolam yang di tumbuhi tanaman teratai. Setelah asik berfoto ria di taman ini, kita pun bisa melanjutkan perjalanan mengelilingi kota Malang dengan menggunakan angkutan umum. Cukup membayar uang Rp. 4000 kita bisa di ajak mengitari kota Malang yang sejuk.
Banyak bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang masih berdiri apik di sepanjang jalan kota ini. Gedung-gedung sekolah dan kampus megah seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang pun berdiri di kota yang terkenal juga dengan sebutan kota pelajar di Jawa Timur ini.
Malam harinya tidak kalah menarik. Untuk sekedar nongkrong menikmati Kota Malang yang eksotik atau berwisata kuliner di tempat-tempat seru dengan sajian yang berbeda. Seperti disepanjang jalan Sarangan ini, terdapat kedai Burger yang bernama Burger Buto Ijo Kedai 27. Menjual berbagai macam jenis Burger dengan harga yang cukup murah. Yang terkenal di kedai ini adalah Burger Buto Ijo itu tersendiri karena Burgernya berwarna hijau dan besar.
Di jalan Batanghari terdapat kedai Bakso Malang yang terkenal di Kota Malang yaitu kedai Bakso Malang President yang legendaris dan sudah berdiri selama lebih dari tiga puluh tahun. Woow.. Tenang saja, tidak hanya itu kok tempat-tempat nongkrong dan jajanan yang asik di Kota Apel ini. Masih banyak lokasi tempat hang out yang menarik, seperti di jalan Bromo, Lombok dan banyak lagi.
Tempat nongkrong yang selalu ramai pengunjung di kota Malang ini kebanyakan di isi oleh anak muda atau mahasiswa. Maklumlah, di kota ini banyak sekali Sekolah dan Kampus yang jaraknya pun tidak berjauhan. Untuk harganya sendiri di jamin murah, karena disesuikan dengan kantong mahasiswa.
Setelah lelah berjalan-jalan mengitari tempat menarik di Kota Malang, dan bingung mau beristirahat atau bermalam di mana, tenang aja, di kota Malang banyak sekali Hotel atau tempat-tempat penginapan murah yang berdiri di sepanjang jalan kota ini. Dari yang bintang lima hingga kelas melati. Atau jika tidak mau mengeluarkan kocek, dan kebetulan kita mempunyai kenalan, saudara atau teman yang tinggal di Malang, nggak ada salahnya kita bisa menghubungi mereka untuk menumpang bermalam di rumah atau kosannya.
Sebenarnya masih banyak tempat-tempat menarik di Kota Malang yang bisa kita kunjungi, seperti Museum Brawijaya, Monumen Tugu Malang, Pasar Burung dan sebagainya. Di jamin nggak bakal ada habisnya menjelajah kota yang satu ini. Sekali pergi ke Malang, pasti ingin kembali lagi.

Wisata ke Bromo, Mudah dan Murah


Wisata ke Bromo, Mudah dan Murah


Pernah menonton film Pasir Berbisik yang di bintangi Christine Hakim dan Dian Sastro? Atau FTV (Film Television) yang sering tayang di salah satu stasiun TV swasta dengan setting gunung dan lautan pasir dengan kuda-kuda dan mobil Jeep? Tahukah kalian itu di mana?
Yup, Bromo. Betul sekali. Salah satu objek wisata terkenal di Indonesia. Jangan ngaku cinta Indonesia kalau belum pernah ke sini. Jangan sampai kalah sama bule-bule yang rela jauh-jauh buat ke Bromo.
Nggak mau lagi deh denger kalimat-kalimat seperti ini, Bromo kan jauh, pasti susah dan mahal buat ke sana. Saya kan sibuk, tidak punya waktu untuk ke sana. Tidak usah banyak alasan. Selama masih ada kemauan, pasti ada jalan. Jadi, jangan hanya tahu tentang keindahan Bromo dari TV atau Film saja ya.
Buat kamu yang mau pergi ke Bromo atau berencana ke Bromo, tenang aja, aku akan memberikan tips ampuh ke Bromo yang nggak bakal menguras isi dompet. Untuk itu aku akan memberikan tips perjalanan ke Bromo dari Jakarta. Simak deh itenarary waktu aku ke Bromo minggu lalu, 6-8 Maret 2015.
Bulan Februari kemarin aku hunting tiket KAI ke Malang PP seharga Rp. 130.000 dengan kereta Matarmaja. Berangkat hari Jum’at dari Stasiun Senen pukul 15.15 dan setibanya di Stasiun Malang pukul 07.30. Di dalam kereta kita bisa istirahat karena paginya kita akan banyak melakukan aktifitas.
Sesampainya di Stasiun Malang kita cari sarapan. Di depan Stasiun, seberang jalan, ada semacam Food Court yang banyak menjual makanan dengan harga terjangkau. Lokasinya yang adem karena banyak pepohanan besar yang tumbuh dan enak banget buat berlama-lama atau sekedar kongkow sambil makan. Banyak jenis makanan di jual di sini. Kalau ingin murah dan beda, bisa di coba menu nasi pecel. Porsinya pas dan lengkap dengan kerupuk dan rempeyek kacang, di jamin pasti kenyang. Untuk harganya sendiri hanya Rp. 7500.
Setelah makan tidak ada salahnya kita untuk jalan-jalan sebentar ke alun-alun kota Malang yang tidak jauh dari Stasiun Malang. Cukup berjalan kaki sekitar lima belas menit. Sepanjang perjalanan pepohonan rindang dan udara sejuk akan menemani kita. Udara di Malang sebelas dua belas dengan Bogor.
Puas menikmati alun-alun, kita bisa langsung berangkat ke Bromo. Dari depan Alun-alun atau depan Stasiun Malang kita bisa naik angkot ke Terminal Malang untuk naik Bus jurusan Terminal Bayu Angga Probolinggo. Dari Terminal Malang ke Terminal Bayu Angga Probolinggo menggunakan Bus dengan tarif Rp. 18.000. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam. Sesampainya di Terminal Bayu Angga Probolinggo kita harus naik lagi angkutan umum berjenis Colt yang baru berangkat jika penumpangnya penuh. Ongkos per orangnya adalah Rp. 35.000.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam, lancar tanpa macet. Tujuan kita adalah kecamatan Ngadisari, desa yang tidak terlalu jauh dari objek wisata Bromo. Sesampainya kita akan mencari home stay untuk kita tinggal semalam. Di sini banyak sekali home stay jadi kita nggak usah susah-susah cari. Tetapi berhubung home stay itu mahal jika harus nempatin sendiri maka dari itu kita harus cari partner untuk tinggal bareng di home stay biar murah. Karena biasanya per home stay di sana tarifnya Rp.400.000 per malam. tetapi tenang aja kok, biasanya supir angkutan Colt yang mengantar kita tadi sering menawarkan kita untuk menginap bareng dengan pengunjung lain. Jadi biaya yang kita keluarkan adalah Rp.400.000 di bagi tujuh orang, Rp. 58.000/orang.
Dan juga kita bisa berangkat bareng ke Bromo bareng mereka dengan menggunakan Jeep sewaan yang bisa di isi sampai tujuh penumpang. Dengan harga sewa Rp. 350.000 sudah termasuk harga tiket masuk ke kawasan Taman Wisata Gunung Bromo. Jadi biaya yang harus kita keluarkan setelah di bagi tujuh adalah Rp. 50.000/orang. Lokasi wisata yang akan kita kunjungi nanti adalah Penanjakan, Gunung Bromo, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies.
Hemat bukan. Jadi bukan masalah jika kita ke Bromo sendiri atau rombongan. Akses dan biaya cukup terjangkau.
Berhubung cuaca di sana dingin sekali jadi usahakan untuk membawa pakaian hangat semacam Sweather atau Jaket tebal. Penutup kepala atau kupluk yang bisa menutupi telinga, syal, sarung tangan wool, kaus kaki dan masker. Karena di puncak Bromo aroma belerangnya cukup menyengat. Dan tidak lupa, selalu sedia uang cash, karena tidak ada ATM di sana.
Estimasi biaya /orang:
1.      Tiket KAI Jakarta-Malang PP @Rp. 130.000
2.      Breakfast @Rp. 7500
3.      Transport dari Malang (Alun-alun atau Stasiun) ke Terminal Malang PP @8000
4.      Transport dari Terminal Malang-Terminal Bayu Angga (Probolinggo) PP @36.000
5.      Transport dari Terminal Bayu Angga (Probolinggo) ke Desa Ngadisari/Home stay PP @70.000
6.      Home stay @58.000
7.      Dinner @10.000
8.      Sewa Jeep @50.000
9.      Biaya tidak terduga @20.000
Total: Rp.389.500 dibulatkan menjadi Rp. 400.000

10 Film Terbaik dari Studio Ghibli yang Wajib Ditonton selagi masih Hidup

(sumber gambar; geek.com) Bagi penggemar film, anime, atau J-Culture pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Studio Ghibli. ...