Senin, 23 September 2013

Sekilas Tentang Kisah “Hadiah Kejutan” Karangan O. Henry Yang Menggugah



Sekilas Tentang Kisah “Hadiah Kejutan” Karangan O. Henry Yang Menggugah

Dua hari yang lalu saya baru menyelesaikan bacaan saya, antologi cerpen Cinta Yang Hilang karya cerpenis terkenal asal negeri paman sam, O. Henry (1896-1910). Buku yang saya beli tahun lalu di Islamic Book Fair itu baru saya selesaikan kemarin lusa, ironis. Baru sadar, ternyata banyak buku-buku bagus yang belum saya baca atau belum selesai di baca di rak buku saya. Jadi malu :P.
Ok, kembali ke bukunya Bapak William Sydney Porter, nama asli dari cerpenis hebat ini. Dalam buku ini terdapat tujuh cerita, Cinta Yang Hilang, Hadiah Kejutan, Bukti Cerita, Semata-Mata Bisnis, Kenyataan Adalah Sandiwara, Perempuan Dan Suap Menyuap dan yang terakhir adalah Demi Cinta. Semua ceritanya saya akui bagus-bagus dan pada setiap cerita kisahnya seperti mempunyai ikatan dari awal hingga akhir cerita. Pada setiap endingnya mempunyai kejutan yang tidak biasa dan di kemas apik serta menarik.  Hampir semua ceritanya berlatar belakang kota besar di Amerika. Mengambil kisah-kisah keseharian yang enak untuk di baca. Kisah kehidupan para Aktor dan aktris drama yang tercermin dalam beberapa cerita di buku ini membuat kita tahu sedikit gambaran tentang kehidupan para bintang di negeri terssebut.
Dari ketujuh cerita dalam buku ini, yang paling saya suka adalah cerita yang berjudul Hadiah Kejutan atau dalam versi aslinya berjudul The Gift of The Magi berkisah tentang pasangan muda yang ingin saling memberikan hadiah di malam natal. Sang istri ingin membelikan kado kepada suaminya, tetapi tabungan yang sudah ia kumpulkan selama satu tahun tidak cukup untuk membelikan kado yang dia inginkan. Begitu pun dengan suaminya, seorang pekerja biasa yang sederhana, tidak mempunyai uang untuk membelikan kado kepada istrinya.  Gajinya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.
Mereka sangat ingin sekali memberikan kado kepada pasangannya.  Mereka berfikir bagaimana caranya untuk dapat bertukar kado di malam natal nanti. Sang istri tidak mempunyai barang yang berharga untuk di jual. Ketika sedang  berjalan-jalan di pertokoan, sang istri melihat toko wig (rambut palsu), Sang istri memiliki rambut panjang yang indah. Demi untuk kado natal, dia merelakan rambut indahnya dijual dan pergi ke toko perhiasan untuk membelikan rantai emas untuk arloji yang biasa di pakai suaminya sebagai kado natal.
Disisi lain sang suami mengorbankan arloji emas hadiah dari sang istri untuk dijual dan dibelikannya aksesoris rambut indah untuk istrinya. Pada malam harinya, sehabis pulang kerja,  betapa terkejutnya sang suami  melihat istrinya tampak berbeda, mahkota indah yang terpasang di kepalanya lenyap. Sang istri berusaha untuk menjelaskan. Dan sang istri pun tak kalah kagetnya saat sang suami menceritakan bahwa arlojinya sudah dijual dan berganti dengan aksesoris rambut mahal sebagai kado untuknya. Rantai emas tanpa arloji, aksesoris indah tanpa rambut yang mempesona. Mereka menerima kenyataan ini, dan berusaha saling mengutkan. Kurang lebih seperti itu ceritanya.
Kisah sederhana  dengan kejutan yang tak biasa ini di kemas begitu manis dan lembut. Memberikan cerita yang menggugah dan menyentuh kepada para pembacanya. Mengharu tetapi tidak cengeng. Membuat kita berintrospeksi, betapa pengorbanan itu sangat dibutuhkan dalam merajut kasih yang abadi.
Tambahan, cerita ini mengingatkan saya pada salah satu film kartun Amerika yang pernah saya tonton di salah satu televisi swasta di masa SD dulu, tetapi saya lupa judul dan perusahaan pembuatnya :D.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Cermin ( Cerita Mini)



Merobek Sama Dengan Membeli


            Setelah mereka menitipkan tasnya, Abdul langsung ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya yang masih dibelakang ke tempat majalah-majalah setelah memasuki sebuah toko buku terkenal, Toko Buku Gunung Galunggung. Mengambil sebuah majalah remaja Ahnekat Yess, melirik kakanan kekiri memastikan tak ada penjaganya. Setelah diperkirakan aman terkendali, Abdul langsung merobek plastik pembungkusnya dengan semangat dan hati yang berdebar – debar serta diiringi senyum percaya dirinya. Menyelipkan bungkus plastic tersebut di belakang majalah-majalah lain yang tertata rapih.
***

Gus,  nama gua kok nggak ada ya ?” Abdul memegang sebuah majalah dengan wajah heran sambil membolak-balik majalah mencari namanya.
“coba liat dul!” pinta Bagus sambil mengambil majalah yang diberikan ke Abdul.  Bagus melihat-lihat daftar nama dan ternyata memang nggak ada nama Abdul  Rozak dalam daftar pemenang undian liburan ke jepang untuk dua orang itu.
“ Kayaknya, nama lu nggak ada dul!?”
“ Coba sini majalahnya !” Abdul mengambil kembali majalah itu dari Bagus, menerawang daftar pemenang undian dengan seksama.
 Tidak ada nama Abdul Rozak tertulis di majalah tersebut sebagai pemenang undian itu. Abdul mengumpat dengan suara yang agak keras yang berakibat beberapa pengunjung toko buku  mengalihkan perhatiannya ke arah mereka, dua remaja yang masih memakai seragam putih-abu-abu. Abdul terdiam, sabtu sore ini pengunjung toko buku lumayan ramai. Bagus mencoba menenangkannya. Abdul mengikuti undian SMS berhadiah liburan ke jepang untuk dua orang yang diadakan oleh Joe-Rocks, salah satu grup band Indonesia yang beraliran jepang-jepangan yang sedang naik daun. Sudah banyak  pulsa yang dikeluarkan untuk mengikuti undian SMS tersebut dan itu membuat Abdul tidak  jajan selama sebulan. Dan ternyata dia tidak menang. Abdul nampak kelihatan kecewa dan agak stress ringan.
“ sabar dul, jangan nyerah, lu bisa nyoba ikut undian lagi nanti!”
Abdul masih terdiam, tak terpecaya dengan semua ini. Tak lama kemudian Abdul menyunggingkan senyuman, tersadar ,seakan telah terbangun dari lamunanya. Aura semangat dan kebangkitan terpancar dari dirinya.
“ yup, gua harus semangat, masak cuma kaya gini gua nyerah, kalo nyerah dan nggak tahan banting bukan Abdul Rozak namanya, betul nggak sob?!”
 Abdul menengok ke arah sahabatnya itu sambil memukulkan majalah yang di gulung ke bahu Bagus. Bagus mengelus-ngelus bahunya bekas di pukul sambil tersenyum kearahnya.
“Oke deh, sekarang kita pulang yuk, dah sore nih?”  Abdul meletakkan majalahnya dengan tenang ketempat semula.
“kok ditaruh lagi majalahnya ?”
Dengan santainya dan nggak merasa bersalah Abdul menjawab, “ emangnya kenapa? kalo gua menang gua beli tuh majalah tapi karena gua kalah, ngapain juga gua beli, lagian majalahnya mahal, duit gua tinggal buat ongkos doang nih.” Tiba-tiba Abdul menunjukkan senyum anehnya kearah Bagus sambil berkata,
“mumpung penjaganya lagi nggak ada, kita cabut aja yuk?”  Abdul menarik tangan  Bagus menuju tempat penitipan barang lalu  keluar dari toko buku. Bagus merasa tidak enak atas perbuatan kriminal ringan sahabatnya. Karena jelas-jelas tertempel stiker di rak tempat majalah-majalah yang bertuliskan  “merobek plastik sama dengan membeli”.

Cermin (Cerita Mini)



Merobek Sama Dengan Membeli


            Setelah mereka menitipkan tasnya, Abdul langsung ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya yang masih dibelakang ke tempat majalah-majalah setelah memasuki sebuah toko buku terkenal, Toko Buku Gunung Galunggung. Mengambil sebuah majalah remaja Ahnekat Yess, melirik kakanan kekiri memastikan tak ada penjaganya. Setelah diperkirakan aman terkendali, Abdul langsung merobek plastik pembungkusnya dengan semangat dan hati yang berdebar – debar serta diiringi senyum percaya dirinya. Menyelipkan bungkus plastic tersebut di belakang majalah-majalah lain yang tertata rapih.
***

Gus,  nama gua kok nggak ada ya ?” Abdul memegang sebuah majalah dengan wajah heran sambil membolak-balik majalah mencari namanya.
“coba liat dul!” pinta Bagus sambil mengambil majalah yang diberikan ke Abdul.  Bagus melihat-lihat daftar nama dan ternyata memang nggak ada nama Abdul  Rozak dalam daftar pemenang undian liburan ke jepang untuk dua orang itu.
“ Kayaknya, nama lu nggak ada dul!?”
“ Coba sini majalahnya !” Abdul mengambil kembali majalah itu dari Bagus, menerawang daftar pemenang undian dengan seksama.
 Tidak ada nama Abdul Rozak tertulis di majalah tersebut sebagai pemenang undian itu. Abdul mengumpat dengan suara yang agak keras yang berakibat beberapa pengunjung toko buku  mengalihkan perhatiannya ke arah mereka, dua remaja yang masih memakai seragam putih-abu-abu. Abdul terdiam, sabtu sore ini pengunjung toko buku lumayan ramai. Bagus mencoba menenangkannya. Abdul mengikuti undian SMS berhadiah liburan ke jepang untuk dua orang yang diadakan oleh Joe-Rocks, salah satu grup band Indonesia yang beraliran jepang-jepangan yang sedang naik daun. Sudah banyak  pulsa yang dikeluarkan untuk mengikuti undian SMS tersebut dan itu membuat Abdul tidak  jajan selama sebulan. Dan ternyata dia tidak menang. Abdul nampak kelihatan kecewa dan agak stress ringan.
“ sabar dul, jangan nyerah, lu bisa nyoba ikut undian lagi nanti!”
Abdul masih terdiam, tak terpecaya dengan semua ini. Tak lama kemudian Abdul menyunggingkan senyuman, tersadar ,seakan telah terbangun dari lamunanya. Aura semangat dan kebangkitan terpancar dari dirinya.
“ yup, gua harus semangat, masak cuma kaya gini gua nyerah, kalo nyerah dan nggak tahan banting bukan Abdul Rozak namanya, betul nggak sob?!”
 Abdul menengok ke arah sahabatnya itu sambil memukulkan majalah yang di gulung ke bahu Bagus. Bagus mengelus-ngelus bahunya bekas di pukul sambil tersenyum kearahnya.
“Oke deh, sekarang kita pulang yuk, dah sore nih?”  Abdul meletakkan majalahnya dengan tenang ketempat semula.
“kok ditaruh lagi majalahnya ?”
Dengan santainya dan nggak merasa bersalah Abdul menjawab, “ emangnya kenapa? kalo gua menang gua beli tuh majalah tapi karena gua kalah, ngapain juga gua beli, lagian majalahnya mahal, duit gua tinggal buat ongkos doang nih.” Tiba-tiba Abdul menunjukkan senyum anehnya kearah Bagus sambil berkata,
“mumpung penjaganya lagi nggak ada, kita cabut aja yuk?”  Abdul menarik tangan  Bagus menuju tempat penitipan barang lalu  keluar dari toko buku. Bagus merasa tidak enak atas perbuatan kriminal ringan sahabatnya. Karena jelas-jelas tertempel stiker di rak tempat majalah-majalah yang bertuliskan  “merobek plastik sama dengan membeli”.

10 Film Terbaik dari Studio Ghibli yang Wajib Ditonton selagi masih Hidup

(sumber gambar; geek.com) Bagi penggemar film, anime, atau J-Culture pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Studio Ghibli. ...