Minggu, 10 Maret 2019

10 Film Terbaik dari Studio Ghibli yang Wajib Ditonton selagi masih Hidup




(sumber gambar; geek.com)

Bagi penggemar film, anime, atau J-Culture pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Studio Ghibli. Jika Hollywood mempunyai Walt Disney, di Jepang ada Studio Ghibli yang banyak memproduksi film animasi yang setara dengan Disney. Studio Ghibli sendiri didirikan pada tahun 1985 oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata.

Film animasi dari Studio Ghibli selalu menyajikan cerita yang unik, fantasi, science, bahkan mistis. Untuk tampilan gambarnya sendiri selalu menyajikan tampilan yang memanjakan mata. Cerita di setiap film dari Studio Ghibli mampu membuat penonton terhanyut, jatuh cinta sama karakter-karakternya, dan bahkan sampai menangis.

Pada tahun 2017 lalu, artis berbakat tanah air, Sherina Munaf mendapatkan kesempatan untuk menyanyikan lagu untuk acara tivi di Studio Ghibli Jepang. Masih di tahun yang sama, Studio Ghibli pernah mengadakan pameran pertamanya di Jakarta dan Asia Tenggara dengan tema The World of Ghibli.

Sebenarnya ada banyak film-film dari Studio Ghibli yang keren, tetapi di sini saya akan merangkum menjadi 10 judul film dari Studio Ghibli yang menjadi favorite saya.

1.      My Neighbor Totoro
Film dari Studio Ghibli yang paling populer dan memilik karakter yang iconic bernama Totoro. Memiliki bentuk seperti Hamster berukuran besar berwarna abu-abu yang lucu dan ngegemesin. Film ini bercerita tentang kakak-adik yang bertemu dengan makhluk halus penunggu hutan bernama Totoro. Merchandise Totoro banyak di jual di mall-mall Jakarta.
(sumber gambar: amazon.com)



2.      Spirited Away
Bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang hendak melakukan perjalanan dan tiba-tiba masuk kedalam dunia lain. Dunia yang di isi oleh makhluk astral dengan berbagai rupa. Ada yang menyeramkan, aneh, lucu, dan yang tak pernah terbayangkan. Orangtuanya dikutuk menjadi babi, si anak perempuan harus menolong kedua orangtuanya untuk mengembalikan mereka kebentuk semula dan pergi dari dunia itu.
Film ini bahkan pernah menyabet penghargaan sebagai Best Animated Feature pada ajang bergengsi Academy Awards tahun 2003.
                                                       (sumber gambar: amazon.com)

3.      Grave of the Fireflies
Film dari Studio Ghibli (1988) yang berhasil membuat mata saya basah dan sembab setelah menonton. Bersetting di Jepang pada saat perang dunia ke 2. Film ini menggambarkan betapa kacau, dan porak porandanya Jepang pada saat itu. Dilanda serangan bom yang dijatuhi dari pesawat oleh pasukan Amerika.
Kisah kakak-beradik yatim-piatu korban perang yang harus berjuang hidup di tengah perang berlangsung. Penonton akan dibuat hanyut oleh plot cerita yang dibuat begitu dalam dan menyentuh. Ending ceritanya dijamin membuat nyesek penonton. Film yang luar biasa sedihnya. Film ini juga sudah dibuat live actionya tahun 2005.
                                                    (sumber gambar: cinephilefix.com)

4.      Whisper of the Heart
Film yang dirilis tahun 1995 ini bercerita tentang percintaan remaja yang manis dan imajinatif. Karakter utamanya seorang anak perempuan bernama Shizuku yang senang sekali membaca buku. Seiji adalah remaja seusianya yang dia sukai. Pada suatu hari Shizuku bertemu dengan kucing aneh dan membawanya ke sebuah toko antik dan bertemu dengan seorang kakek. Kita akan dibawa masuk ke dunia fantasi yang mengagumkan. Soundtracknya yang berjudul, “Take Me Home,  Country Roads.” lagu country yang menyenangkan sekali dan memorable.
                                                (sumber gambar: barnesandnobble.com)

5.      The Secret World of Arrietty
Film yang dirilis pada tahun 2010 ini diadaptasi dari novel klasik karya Mary Norton. Cerita dan skenarionya ditulis oleh Hayao Miyazaki dan Keiko Niwa.  Film ini bercerita tentang keluarga liliput yang hidup di rumah manusia, mereka menyebut diri mereka adalah the borrowers (Para Peminjam).
Tokoh utamanya adalah Arriety gadis liliput remaja, dan Shio, laki-laki remaja yang percaya akan adanya manusia kecil itu. The Secret World of Arrietty menjadi debut pertama the Spidey aka Tom Holland dalam dunia perfilman. Holland menjadi pengisi suara Sho.
                                                       (sumber gambar: amazon.com)

6.      Kiki’s Delivery Service
Film ini pertama di rilis pada tahun 1989. Kiki adalah penyihir perempuan berusia 13 tahun yang dengan sengaja meniggalkan rumah lalu bekerja di toko roti sebagai pengantar roti dan tinggal di sana. Di sini kita akan diajak terbang bareng kiki menggunakan sapu terbang yang identik dengan penyihir.
                                                       (sumber gambar: amazon.com)

7.      Princess Mononoke
Princess Mononoke menjadi salah satu film kebanggan Studio Ghibli yang menang banyak penghargaan di seluruh dunia. Film yang rilis tahun 1997 bergenre fantasi, action, dan dibumbui unsur sejarah. Bersetting di Jepang pada tahun 1336-1573 pada masa Muromachi.

Bercerita tentang pangeran bernama Ashitaka yang mendapatkan kutukan dari dewa babi dan harus pergi ke barat untuk bertemu pemimpin wanita di sebuah desa yang berisi para pandai besi. Kemudian bertemu dengan Princess Mononoke yang memiliki arti monster. Film ini seperti memberikan pesan agar manusia menjaga lingkungan agar tercipta keseimbangan hidup.
                                                       (sumber gambar: amazon.com)

8.      The Tale of Princess Kaguya
The Tale of Princess Kaguya (2013) bercerita tentang seorang kakek yang menemukan anak perempuan di dalam rebung bambu. Film ini diangkat dari cerita rakyat Jepang berjudul Taketori Monogatari. Setelah menjadi kaya, karena menemukan banyak harta berharga di dalam bambu yang lain. Kakek dan Nenek itu pindah ke kota untuk membesarkan anak perempuannya, mendidiknya dan agar menjadi bangsawan, hingga mendapat julukan putri Kaguya. Ending film ini sangat mengharukan dan tragis.
                                                       (sumber gambar: pinterest.com)

9.      Ponyo
Pertama tahu film Ponyo itu pada saat JFF (Japanese Film Festival) 2017 lalu. Walau film ini pertama kali di rilis tahun 2009. Film ini bercerita tentang seekor ikan perempuan bernama brunhilde yang tertangkap manusia dan diselamatkan oleh anak manusia bernama Sosuke. Mereka bersahabat, dan Sosuke memberikan nama baru menjadi Ponyo.
Ponyo jatuh cinta kepada Sosuke dan tidak mau kembali ke laut dan membangkang kepada ayahnya yang menyuruhnya pulang. Ponyo ingin menjadi manusia lalu mencuri ramuan ajaib ayahnya. Cerita Ponyo ringan dan diadaptasi dari cerita popular The Little Mermaid.
                                                       (sumber gambar: amazon.com)

10.  Laputa: Castle in The Sky
Castle In The Sky merupakan film pertama dari Studio Ghibli yang dirilis pada tahun 1986. Tokoh utama dari film ini adalah Sheeta, seorang gadis yang jadi buronan para bajak laut. Kemudian Sheeta bertemu dengan Pazu yang membantu menyelamatkannya dari kejaran bajak laut tersebut dan melakukan petualangan di negeri yang berteknologi tinggi.
Cerita ini termasuk bergenre fantasi. Laputa sendiri adalah sebuah pulau legendaris yang melayang di atas awan.
                                                       (sumber gambar: medium.com)








Minggu, 27 Januari 2019

Menikmati Makan Siang Serba Jamur, Di Rumah Makan Jejamuran Jogja



November tahun lalu saya ke Jogjakarta dan sempatkan untuk makan siang di Rumah Makan (R.M) Jejamuran yang beralamat di Jl. Magelang KM. 11, Desa Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Kec. Sleman, Jogjakarta.

Sebenarnya saya sudah lama tahu Jejamuran tetapi baru kali ini dapat menyempatkan datang ke sini atas rekomendasi teman yang memang suka makan di sini

Karena penasaran dengan menu makanannya yang serba jamur, datanglah saya pada saat jam makan siang, sebelum pamit meninggalkan Jogja sore harinya.

(sumber, http://kotajogjainfo.blogspot.com)

Ketika sampai, ternyata sudah ramai oleh pengunjung, dan saya harus masuk daftar waiting list, kurang lebih lima belas menit saya menunggu. Untuk membunuh waktu saya main ke toko oleh-olehnya yang juga ada di dalamnya. 

Berbagai macam makanan olahan yang terbuat dari jamur tersedia dan dikemas secara apik dan higienis, jadi bisa tahan jika harus disimpan lama.

Ada keripik jamur, rendang jamur, kornet jamur dll. Jika mau membeli tetapi kita ragu dengan rasanya, tenang saja, tersedia tester juga kok, dan kita bisa coba dulu sebelum membeli. Tampilan luar R.M. terlihat biasa saja, kayak R.M. kebanyakan. Tetapi ketika sudah masuk ke dalam ternyata luas sekali. 

(dokumen pribadi)

Di dalam ternyata sudah ramai, para pelayannya banyak, dan sibuk bolak-balik melayani pelanggan dengan sigap. Terlihat juga beberapa petugas yang berjaga di beberapa sudut.

Fasilitas yang tersedia pun lengkap. Toilet yang banyak, Mushola yang besar dan nyaman, taman kecil di dalam, kolam ikan yang bisa buat terapi dengan memasukkan kaki ke dalamnya, instagramable spots, dan arena budi daya jamur.

Waktu saya datang juga ada suguhan live music yang menarik. Kita juga bisa melihat dapur yang berada di tengah dengan jendela-jendela terbuka, jadi kita bisa sekalian melihat proses pembuatannya.

Untuk menu makanannya sendiri sebenarnya ada berbagai macam menu tersedia dengan bahan dasar jamur pastinya, tetapi atas rekomendasi teman, saya hanya pesan Nasi Putih, Sate Jamur, Tongseng Jamur, Rendang Jamur, Resoles, Dawet Jamur Kuping, dan Lime Squash.

Kurang lebih lima belas menit makanannya datang. Saya tinggal ke toilet dan shalat zuhur sebentar. Dari tampilannya terlihat tidak berbeda dengan makanan aslinya.

Dan ketika di makan rasanya amazing, karena rasa jamurnya seperti tidak berasa. Jadi seperti makan sate ayam biasa, tongseng, dan rendang. Dan favorit saya itu sate jamurnya.

                                                                      (dokumen pribadi)

Untuk rasa es dawetnya pun seperti es dawet biasa. So, you have to try it.  Pengalaman yang tidak biasa sih menurut saya makan di R.M. Jejamuran. Harga makanan di sini kisaran dari Rp. 3000-Rp. 25.000. Daftar menu dan harga yang saya pesan:

1.      Nasi Putih: Rp. 3000
2.      Sate Jamur: Rp. 19.000
3.      Tongseng Jamur: Rp. 17.000
4.      Rendang Jamur: Rp. 20.000
5.      Resoles (isi 3): Rp. 14.000
6.      Dawet Jamur Kuping: Rp. 13.000
7.      Lime Squash: Rp. 12.000
8.  Keripik Jamur (tergantung jenisnya): Rp. 15.000-Rp. 22.000


                                                            (dokumen pribadi)

Setelah kenyang saya pamit karena dikejar waktu juga, tetapi sebelumnya saya menyempatkan beli beberapa toples keripik jamur dan langsung pesan grab car menuju stasiun Lempuyangan.

Berangkat jam setengah tiga sore dan sampai di Jakarta setengah dua belas malam. 

Ada kejadian yang tak terduga ketika sampai kosan, ternyata oleh-oleh yang saya beli di R.M. Jejamuran itu ketinggalan di kereta. Dan saya hanya bisa tersenyum getir.



10 Film Terbaik dari Studio Ghibli yang Wajib Ditonton selagi masih Hidup

(sumber gambar; geek.com) Bagi penggemar film, anime, atau J-Culture pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Studio Ghibli. ...