Senin, 13 April 2015

Semangat Kembali Hidup Kembali





Bulan ini gua merasa semangat hidup gua menggelora kembali. Buku-buku yang udah gua khatamin di tengah keterpurakan dan kebosanan hidup yang gua jalanin, berhasil mengembalikan semangat hidup gua. Berhasil membawa gua kembali ke tujuan awal hidup gua. Mimpi dan harapan yang sudah gua tanam ke dalam pikiran gua. Gua nggak boleh berhenti dan menyerah sebelum semua mimpi dan harapan gua tercapai. Sebelum hidup gua berjalan seperti apa yang gua inginkan. Sebelum gua membagi ilmu yang gua punya ke khalayak.
Buku-buku yang berhasil gua selesaikan antara lain, Super Father (Buku gua bareng teman-teman FLP Bekasi), Chocolat-nya Joanne Harris, Great Gatsby by F. Fitzergerald, Anna Kareninna karya legendaris dari salah satu penulis yang gua kagumi; Leo Tolstoy, Psikopat di Dekat Anda dari Masnawi Renaldi (Buat Ref. Novel gua yang bergenre thriller), Show Your Work karya Austin Kleon dan yang terakhir adalah Little Women dari Louisa May Alcott. Buku-buku ini udah sukses buat gua semangat lagi dan berpikir dalam tentang arti hidup ini.
Dalam buku-buku ini, gua diingatkan kembali oleh mimpi-mimpi dan ambisi hidup gua. Bagaimana betapa inginnya gua menjadi orang yang sukses, kaya dan berharta untuk tujuan pertama gua adalah membahagiakan orang-orang terdekat gua, di mulai dari keluarga (orang tua) dan orang-orang di sekitar gua. Walau begitu gua akan tetap hidup sederhana karena pada hakikatnya hidup sederhana itu adalah kebahagian dan kekayaan itu tersendiri.

Kemudian, mengingatkan gua akan betapa inginnya gua backpackeran ke berbagai penjuru dunia. Melihat segala kebesaran dan maha karyaNya agar gua bisa banyak belajar tentang arti hidup ini yang sesungguhnya, membuka pikiran dan hati gua. Dan juga mengajarkan gua untuk terus berkarya, jangan pernah berhenti selagi masih bernyawa dengan membuat buku dan tulisan agar bisa tembus di berbagai macam media cetak.  Juga bisa singgah ke berbagai negara melalui karya yang gua buat. Dan pelajaran terpenting yang berhasil gua tangkap adalah kerja keras, yang Insya Allah akan menggiring gua ke arah kesuksesan dan merealisasikan semua jenis mimpi dan ambisi gua.
Membaca buku adalah salah satu cara sederhana -di samping berdoa tentunya- untuk mengembalikan semangat hidup gua di kala sedang down, depresi dan lelah dengan berbagai persoalan hidup. Memang sejatinya kita sendirilah yang harus mengembalikan semangat hidup. Apa pun caranya itu, karena banyak cara yang sudah tersedia, tergantung kitanya, mau berlarut dengan ini semua atau mau bangkit kembali. Kembali lagi, Hidup itu pilihan dan Hidup itu terlalu berharga untuk disia-siakan.
 Adakalanya gua merasa perlu untuk mendapatkan masalah dan ujian hidup. Karena setiap masalah yang datang menimpa gua adalah tempaan untuk diri gua agar menjadi pribadi yang kuat dan berharap gua memanfaatkannya untuk lebih merenungkannya lagi dan bisa mengambil setiap pelajaran atau hikmah yang ada. Gua ingat quote yang bagus tentang arti hidup, dari novel Anna Kareninna karya Leo Tolstoy, “Mati itu mudah, bertahan hiduplah yang sulit. Memilih bertahan hidup membutuhkan keberanian lebih dibandingkan memilih kematian.” Dalem..

Cerita Tahun Lalu (Kutukan Akhir Tahun) 2



Awal November 2014
Sunggingkan senyum walau hati sedang tidak keruan. Hari ini adalah hari yang membuat aku galau bukan kepalang. Bingung sebingung-bingungnya. Pusing tujuh keliling kepala ini rasanya. Ada aja masalah yang tidak diduga-duga sebelumnya. Sejujurnya, aku takut, aku takut sekali kalau masa itu akan kembali lagi, bahkan lebih dahsyat dari yang akan datang. Tetapi aku akan berusaha untuk positive thinking walau berat terasa.
Ya Allah, tolong hambaMu ini. Hanya Engkau penolongku. Mungkin semua ini juga berawal dariku juga, akar masalahnya. Semua ini tidak terprediksikan oleh aku. Aku takut sekali. Kepalaku sakit memikirkannya. Uangku habis sama sekali, tidak ada tabungan. Gaji gantungan dari tempatku bekerja belum mentransfer ke rekeningku. Aku sudah konfirmasi, tetapi belum ada balasan. Aku ingat, waktu itu orang kantor pernah bilang kalau paling lambat pentransferan gaji gantunganku itu adalah tanggal 10.
Aku harus bersabar, extra sabar. Hutangku banyak dan janjiku pun bejibun, masih berhubungan dengan duit, duit dan duit lagi. Harapanku yang terakhir adalah uang pesangon dari jamsostek. Tadi pagi aku datang ke kantor BPJS Bekasi, kata petugasnya kartu Jamsostekku yang baru masih aktif, aku harus menunggu hingga mati dahulu. Iya sih, belum sebulan aku berhenti kerja jadi, mungkin kartunya masih aktif. Harapan terakhirku pupus sudah. Aku sedih sekali. Rencana apa yang engkau siapkan untukku ya Allah.
Kepalaku mendadak sakit. Badan ini terasa lemas sekali. Aku sudah tidak mempunyai uang sepersen pun. Aku tidak bisa meminta ke Bapakku lagi, beliau juga sedang susah. Aku harus bagaimana ya Rabb. Di rumah pun tak kunjung reda. Bapakku uangnya sudah habis, kasihan beliau. aku belum bisa membantunya. Air di rumah pun ngalirnya kecil sekali, kami jadi harus berhemat memakai air. Burningan CD skripsiku pun belum diselesaikan. Buku untuk Mrs. Ade pun sama, aku belum mencarinya. Boro-boro untuk itu, buat ongkospun aku tidak punya.
            Arisan aku belum bayar, bulan ini aku harus bayar. Bulan depan aku sudah wisuda. Uang untuk wisuda belum aku bayar. Ya Allah, berilah hambamu ini kekuatan. Keluarkan aku dari keadaan menyedihkan seperti ini. Ya Allah, ku mohon agar besok sudah ditransfer gaji gantunganku, Aamin, Aamin Ya Rabbala’lamin.
***
April 2015
Syukurlah pertengahan November gua bisa ambil gaji gantungan dan jamsostek. Lumayan dapetnya. Tapi gua udah salah langkah. Uang itu abis nggak berbekas begitu aja. Nyesek banget rasanya. Harusnya uang itu bisa buat bayar wisuda. Tapi gua pake buat sesuatu yang nggak penting. Akhir tahun gua lalui dengan berat banget. Sumpah, benar-benar nggak pernah gua bayangkan sebelumnya. Penyesalan benar-benar menghantui gua. Gua banyak belajar dari setiap peristiwa yang terjadi di tahun 2014. Di tahun 2015 ini gua harus lebih baik dari tahun kemarin. Lebih berhati-lagi dalam melangkah. Berpikir lebih dalam lagi sebelum membuat keputusan. Fight..

Cerita Tahun Lalu (Kutukan Akhir Tahun)




Malam ini gua lagi ngubek-ngubek file di laptop. Rehat nulis dulu sebentar, nanti tengah malam diterusin lagi. Rencana awal mau coba ngerapihin naskah dari berbagai macam tulisan gua yang berserakan kagak keurus ini. Untung bentuknya soft copy, coba kalo hard copy, pasti naskah-naskah gua ini udah berantakan di kamar gua. Digelayuti sarang laba-laba saking kelamaannya nggak diberesin. Tahun 2015 ini gua udah berikrar bahwa tahun ini gua harus lebih aktif lagi nulisnya. Target tembus majalah remaja HAI, KOMPAS, pokoknya berbagai macam media cetak. Dan satu lagi adalah, gua harus menelurkan Novel di tahun ini. Ini janji gua. Tahun lalu gua masih kurang nulisnya. Capek ngurus skripsi yang keseringan di revisi –alasan klasik-. Lanjut.. akhir tahun lalu, selepas gua resign kerja, berharap rencana gua berjalan mulus, lancar tanpa hambatan. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Semua rencana gua yang gak dipikir matang-matang melesat total, blass. Akhir tahun gua lalui dengan mengerikan. Persis seperti tahun lalu. Maka dari itu tulisan gua tahun lalu gua namakan ‘Kutukan Akhir Tahun.’ Depresi tingkat dewa pokoknya. Hanya berdoa dan menulis yang bisa mengurangi tingkat penyakit gua itu yang susah-nggak bisa- ilang. Begini ceritanya..
***
Kutukan Akhir Tahun

Hari ini Sabtu, 4 Oktober 2014. Hari dimana aku mulai menulis lagi. Banyak waktu aku kini, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Aku telah membuang banyak waktu dengan percuma. Hari-hari selepas aku resign kerja hanyalah tidur, tidur dan tidur lagi. Rasa malas benar-benar telah melumpuhkan, menghisap dan memakan semangatku. Aku bagai manusia tidak berguna. Benar-benar tidak menyenangkan. Aargh, aku ingin sekali teriak sekeras-kerasnya. Tetapi aku hanya di dalam kamar. Aku ingin keluar, pergi ke sesuatu tempat. Tetapi gajiku sudah habis. Tidak ada uang lagi. Hari ini aku berikrar, aku ingin kembali kerja, aku ingin mencari pekerjaan. Yes, aku ingin mencari kerja, mendapatkan pekerjaan impian yang sudah lama kau idam-idamkan. Kerja di penerbit, di dunia yang masih berhubungan dengan perbukuan, tulis menulis, sastra, bahasa, kreatif dan sejenisnya.
Aku tidak sabar menanti hari esok. Aku harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Semoga segala sesuatunya diperlancar oleh Tuhan Yang Maha Esa, Aamin. Aku harus bekerja lagi, tetapi benar-benar bekerja di bidang yang aku sukai, yang aku senangi dan gembira ikhlas mengerjakannya dan dengan gaji yang InsyaAllah bisa menghidupkan aku dan bisa membantu keluarga. Aku ingin membeli sepeda motor matic, bantu orang tua dan bisa traveling keliling Indonesia dan luar negeri, minimal ASEAN. Bisa berphoto di depan patung Merlion dan Universal Studio Singapura, ke KL Malaysia bernarsis ria di depan Twins Tower yang terkenal tingginya itu. Dan puncak dari mimpi-mimpiku adalah bisa ke negeri sakura, JEPANG, Woow.. Maka dari itu aku harus kerja keras, nabung dan terus menulis. Aku percaya semua mimpi itu akan segera terealisasikan, Aamin, Aamin, ya Rabbalalamin.
Aku harus jadi penulis, pengarang yang akan bisa membawaku keliling dunia dengan alat itu. Aku mempunyai senjata akan tetapi masih belum ampuh, masih belum tajam dan hebat. Aku harus mengasah senjataku ini. Aku pasti bisa keliling dunia dengan caraku, dengan kemampuan dan keahlianku yaitu menulis. Teman-temanku pun punya mimpi yang indah dan menjulang tinggi, aku tidak boleh kalah dengan mereka. Sunandar ingin pergi ke luar negri juga, ASIA, EROPA dan AUSTRALIA, AMERIKA juga, dengan caranya sendiri, dengan senjatanya yang diyakin ampuh dan hebat menurutnya. Berusaha menjadi guru profesional dan berburu berbagai sertifikat untuk bisa bekerja mengajar bahasa inggris di seluruh dunia. Handi ingin sekolah dan berburu beasiswa ke BELANDA, Syap ingin pergi AUSTRALIA dan BRUNEI. Ya, masih dengan caranya masing-masing. Ada pepatah lama memang mengatakan, "Banyak Jalan Menuju Roma." dan "Bergurulah Sampai Ke Negeri Cina." Aku percaya, kita semua akan menjadi orang yang hebat. Usaha kita tidak akan sia-sia, do’a kita akan di Ijabah Allah Azza Wa Jalla serta mimpi-mimpi kita akan dipelukNya.
Perjuangan telah dimulai, genderang perang telah di tabuh beriringan. Kita akan pergi ke segala penjuru, bertebaran di Bumi Allah. Mencari benih-benih ilmu dan juga menebarkan buah yang sudah ada untuk dibagi-bagi. Aku ingat betul dengan Quotenya Sunandar, "Hidup Itu Adalah Perjalanan, Perjalanan Spiritual Dan Perjalanan Emotional."


Sabtu, 04 April 2015

Angin (part II)


Angin  (part II)

Kita adalah tokoh utama dalam kisah ini
Masa yang kita lewati menjadi kumpulan cerita panjang
Dalam sejarah
Ku tulis kisah kita dalam setiap lembaran-lembaran buku hati
yang tak kan pernah habis
Kenyataan
Membuatku ku harus berhenti sejenak menulis cerita ini
            Perpisahan itu selalu ada dalam setiap perjumpaan
            Angin
            Janganlah kau datang pergi dan berlalu
            Janganlah kau biarkan kisah ini
            menjadi kenangan usang yang tersimpan
            dalam kotak kayu tua tak terurus
Di tempat itu
Debu-debu masin tua menjadi saksi
Ku tahu ini bukan akhir
Karna bagian cerita yang terputus
Akan segera tersambung kembali

Angin








Angin




Kau seperti angin
Datangmu tak disangka
Semilirmu membuatku memicingkan mata
Awalnya
Ku kira kau penggaggu
Ternyata bukan
            Saat ku merasa sendiri di sini
Sepi    
Ku gerah dalam ramai
Saat itu kau melintas pelan
Ada kesejukkan
Ku hirup perlahan aroma kedatanganmu
Menenangkan
Kau menyadarkanku
Angin
Kau adalah karunia Tuhan
Kau mengajarkanku kesabaran
Angin
Sekarang ku tahu
Kau adalah sahabatku

           



The Rain



The Rain



Nggak tahu kenapa aku suka sekali sama hujan. Sebelum hujan turun, biasanya sudah tercium aromanya sebagai tanda kedatanganya. Menenangkan. Ketika rintik-rintik hujan jatuh ke tanah dan mereka saling berpadu padan, yang akan menghasilkan aroma dengan paduan harum tanah. Sentuhan khas yang menentramkan. Aroma hasil racikan Tuhan.

Hujan itu memiliki unsur magis yang memikat. Bisa membuat kita tanpa sadar berhenti dari aktifitas, pergi memandanginya dan terdiam, termenung. Rintikan air yang jatuh dari langit mengalir, seperti membawa pikiran kita masuk ke dalam lubang masa lalu. Melankolis.
Aku hirup wanginya dalam-dalam, aku biarkan mereka masuk dan meresap ke setiap aliran darahku.Memejamkan mata, menenangkan jiwa.



Selepas hujan, sisa-sisanya pun masih membawa ketenangan. Bulir-bulir yang tertinggal di atas dedaunan, menyedapkan pandangan. Menyisakan sepotong kenangan tentang kebahagian. 
Bau basah tanah, aku selalu merindukannya dan akan menikmati setiap kehadirannya. Hujan adalah penyembuh, bagi jiwa yang kering.

10 Film Terbaik dari Studio Ghibli yang Wajib Ditonton selagi masih Hidup

(sumber gambar; geek.com) Bagi penggemar film, anime, atau J-Culture pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Studio Ghibli. ...