Kamis, 17 Agustus 2017

Yuk Kenalan dengan Generasi Y






Generasi  Y atau generasi Millenial adalah manusia yang lahir di tahun 1981 sampai 1995. Generasi yang paling mendominasi di dunia saat ini. ‘Me me me generation’ adalah istilah lain untuk menyebut generasi Y menurut majalah Time. Sebelum membahas generasi Y lebih banyak lagi, kita kenalan dulu yuk dengan generasi yang ada sebelum dan sesudah generasi  Y.

1.      Baby Boomers
Mereka yang lahir sekitar tahun 1946-1960 disebut dengan generasi Baby Boomers, yang lahir pasca perang dunia ke II. Kakek- nenek kita masuk ke dalam generasi ini.

2.      Generasi X
Generasi X lahir sekitar tahun 1961-1980. Generasi ini adalah generasi Bapak-Ibu kita.

3.      Generasi  Z .
Generasi yang lahir sekitar tahun 1995 sampai saat ini merupakan generasi yang melek dan fasih sekali teknologi. Karena mereka hidup di era kemajuan teknologi yang cukup banyak mempengaruhi perilaku dan kepribadian mereka.




Nah, setelah perkenalan  dengan berbagai macam generasi di atas, kita akan lanjut membahas generasi Y atau generasi millenial. Yup, generasi ini memang lagi jadi bahan pembicaraan dimana-mana. Karena mayoritas penduduk bumi ini di huni oleh generasi millenial, macam kita. Generasi ini bisa dikenali dengan mudah kok, karena keberadaan mereka tersebar di sekitar kita.

Ada beberapa ciri yang mencerminkan genearasi ini. Manusia kekinian yang tidak bisa lepas dengan yang namanya Gadget. Coba deh kasih pilihan ke generasi millenial, mau ketinggalan dompet apa Gadget? Pasti sontak mereka jawab, Gadget. Yang merasa generasi Millenial pasti senyum-senyum deh.

Mereka biasanya suka menggunakan headset dan fokus ke gadgetnya, entah mereka sedang bersosial media (instagram, path atau twitter), browsing, baca buku ataupun sedang belanja online. Satu lagi, generasi ini paling hobi yang namanya selfie. “No picture is hoax.”




Mereka itu juga paling jago dalam hal multitasking. Bahkan pada saat kerja mereka pun biasa melakukan itu. Misalnya sedang buat laporan sambil dengerin musik, baca notifikasi di sosial media atau twitteran.



Generasi ini memang beda dan senang tampil beda. Mereka suka berpenampilan casual atau santai seperti kaos dan jeans. Pada umunya generasi Y ini adalah generasi yang pintar, kreatif dan update informasi. Karena mereka besar di era teknologi yang maju. Di era internet dan teknologi digital saat ini. Apa yang meraka cari sangat mudah ditemukan dengan bantuan internet. Para generasi millenial ini wajib mempunyai akun sosial media, dan pasti lebih dari satu. Seperti facebook, instagram, twitter, path dsb.

Sosial media sudah menjadi media untuk menunjukkan siapa mereka, eksistensi dan juga sebagai cara berkomunikasi mereka,mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat.
Dalam dunia kerja, generasi Millenial ini biasa mendapat julukan si kutu loncat karena seringnya berpindah kerja. Karena mereka cepat bosan dan suka mencoba hal baru, biasanya masa kerja mereka paling lama tidak lebih dari tiga tahun.

Generasi millenial ini memang sedang menjadi sorotan oleh para pemimpin perusahaan dikarenakan karyawan mereka yang berasal dari generasi Y tidak pernah tahan lama berkerja di perusahaannya. Para pemimpin tersebut ingin mempelajari karakter mereka yang terkesan santai tetapi bernilai tinggi.

 kompas.com


Para generasi millenial ini mengidam-idamkan pekerjaan yang fleksibel, santai, tidak banyak aturan, gaji besar dan  juga ingin dihargai. Mendambakan pekerjaan yang fleksibel karena para millenial ini menyukai hobi travelling. Selain itu, kegiatan yang dilakukan dikantor disela-selanya adalah window shopping di situs belanja online atau mencari tiket promo.

Selain hobi jalan-jalan, generasi Y ini juga mempunyai hobi nongkrong di warung kopi yang sedang menjamur di kota-kota besar. Dan tidak jarang owner dari warung kopi atau kedai kopi adalah generasi millenial itu sendiri.

Itulah sedikit gambaran dari generasi Y atau generasi Millenial yang unik. Pada tahun 2020 nanti, dunia kerja akan di dominasi oleh generasi Y dengan jumlah populasi usia produktif atau biasa disebut dengan bonus demografi yang bisa mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk.

           

























Empat Hari untuk Selamanya (Part III)

(Kemanapun Kaki Kita Melangkah, Pulang Jualah Tetap Tujuan Utama Kita) Perjalanan kami masih berlanjut ke negara berikutn...