Senin, 13 April 2015

Cerita Tahun Lalu (Kutukan Akhir Tahun)




Malam ini gua lagi ngubek-ngubek file di laptop. Rehat nulis dulu sebentar, nanti tengah malam diterusin lagi. Rencana awal mau coba ngerapihin naskah dari berbagai macam tulisan gua yang berserakan kagak keurus ini. Untung bentuknya soft copy, coba kalo hard copy, pasti naskah-naskah gua ini udah berantakan di kamar gua. Digelayuti sarang laba-laba saking kelamaannya nggak diberesin. Tahun 2015 ini gua udah berikrar bahwa tahun ini gua harus lebih aktif lagi nulisnya. Target tembus majalah remaja HAI, KOMPAS, pokoknya berbagai macam media cetak. Dan satu lagi adalah, gua harus menelurkan Novel di tahun ini. Ini janji gua. Tahun lalu gua masih kurang nulisnya. Capek ngurus skripsi yang keseringan di revisi –alasan klasik-. Lanjut.. akhir tahun lalu, selepas gua resign kerja, berharap rencana gua berjalan mulus, lancar tanpa hambatan. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Semua rencana gua yang gak dipikir matang-matang melesat total, blass. Akhir tahun gua lalui dengan mengerikan. Persis seperti tahun lalu. Maka dari itu tulisan gua tahun lalu gua namakan ‘Kutukan Akhir Tahun.’ Depresi tingkat dewa pokoknya. Hanya berdoa dan menulis yang bisa mengurangi tingkat penyakit gua itu yang susah-nggak bisa- ilang. Begini ceritanya..
***
Kutukan Akhir Tahun

Hari ini Sabtu, 4 Oktober 2014. Hari dimana aku mulai menulis lagi. Banyak waktu aku kini, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Aku telah membuang banyak waktu dengan percuma. Hari-hari selepas aku resign kerja hanyalah tidur, tidur dan tidur lagi. Rasa malas benar-benar telah melumpuhkan, menghisap dan memakan semangatku. Aku bagai manusia tidak berguna. Benar-benar tidak menyenangkan. Aargh, aku ingin sekali teriak sekeras-kerasnya. Tetapi aku hanya di dalam kamar. Aku ingin keluar, pergi ke sesuatu tempat. Tetapi gajiku sudah habis. Tidak ada uang lagi. Hari ini aku berikrar, aku ingin kembali kerja, aku ingin mencari pekerjaan. Yes, aku ingin mencari kerja, mendapatkan pekerjaan impian yang sudah lama kau idam-idamkan. Kerja di penerbit, di dunia yang masih berhubungan dengan perbukuan, tulis menulis, sastra, bahasa, kreatif dan sejenisnya.
Aku tidak sabar menanti hari esok. Aku harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Semoga segala sesuatunya diperlancar oleh Tuhan Yang Maha Esa, Aamin. Aku harus bekerja lagi, tetapi benar-benar bekerja di bidang yang aku sukai, yang aku senangi dan gembira ikhlas mengerjakannya dan dengan gaji yang InsyaAllah bisa menghidupkan aku dan bisa membantu keluarga. Aku ingin membeli sepeda motor matic, bantu orang tua dan bisa traveling keliling Indonesia dan luar negeri, minimal ASEAN. Bisa berphoto di depan patung Merlion dan Universal Studio Singapura, ke KL Malaysia bernarsis ria di depan Twins Tower yang terkenal tingginya itu. Dan puncak dari mimpi-mimpiku adalah bisa ke negeri sakura, JEPANG, Woow.. Maka dari itu aku harus kerja keras, nabung dan terus menulis. Aku percaya semua mimpi itu akan segera terealisasikan, Aamin, Aamin, ya Rabbalalamin.
Aku harus jadi penulis, pengarang yang akan bisa membawaku keliling dunia dengan alat itu. Aku mempunyai senjata akan tetapi masih belum ampuh, masih belum tajam dan hebat. Aku harus mengasah senjataku ini. Aku pasti bisa keliling dunia dengan caraku, dengan kemampuan dan keahlianku yaitu menulis. Teman-temanku pun punya mimpi yang indah dan menjulang tinggi, aku tidak boleh kalah dengan mereka. Sunandar ingin pergi ke luar negri juga, ASIA, EROPA dan AUSTRALIA, AMERIKA juga, dengan caranya sendiri, dengan senjatanya yang diyakin ampuh dan hebat menurutnya. Berusaha menjadi guru profesional dan berburu berbagai sertifikat untuk bisa bekerja mengajar bahasa inggris di seluruh dunia. Handi ingin sekolah dan berburu beasiswa ke BELANDA, Syap ingin pergi AUSTRALIA dan BRUNEI. Ya, masih dengan caranya masing-masing. Ada pepatah lama memang mengatakan, "Banyak Jalan Menuju Roma." dan "Bergurulah Sampai Ke Negeri Cina." Aku percaya, kita semua akan menjadi orang yang hebat. Usaha kita tidak akan sia-sia, do’a kita akan di Ijabah Allah Azza Wa Jalla serta mimpi-mimpi kita akan dipelukNya.
Perjuangan telah dimulai, genderang perang telah di tabuh beriringan. Kita akan pergi ke segala penjuru, bertebaran di Bumi Allah. Mencari benih-benih ilmu dan juga menebarkan buah yang sudah ada untuk dibagi-bagi. Aku ingat betul dengan Quotenya Sunandar, "Hidup Itu Adalah Perjalanan, Perjalanan Spiritual Dan Perjalanan Emotional."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar