Senin, 13 April 2015

Cerita Tahun Lalu (Kutukan Akhir Tahun) 2



Awal November 2014
Sunggingkan senyum walau hati sedang tidak keruan. Hari ini adalah hari yang membuat aku galau bukan kepalang. Bingung sebingung-bingungnya. Pusing tujuh keliling kepala ini rasanya. Ada aja masalah yang tidak diduga-duga sebelumnya. Sejujurnya, aku takut, aku takut sekali kalau masa itu akan kembali lagi, bahkan lebih dahsyat dari yang akan datang. Tetapi aku akan berusaha untuk positive thinking walau berat terasa.
Ya Allah, tolong hambaMu ini. Hanya Engkau penolongku. Mungkin semua ini juga berawal dariku juga, akar masalahnya. Semua ini tidak terprediksikan oleh aku. Aku takut sekali. Kepalaku sakit memikirkannya. Uangku habis sama sekali, tidak ada tabungan. Gaji gantungan dari tempatku bekerja belum mentransfer ke rekeningku. Aku sudah konfirmasi, tetapi belum ada balasan. Aku ingat, waktu itu orang kantor pernah bilang kalau paling lambat pentransferan gaji gantunganku itu adalah tanggal 10.
Aku harus bersabar, extra sabar. Hutangku banyak dan janjiku pun bejibun, masih berhubungan dengan duit, duit dan duit lagi. Harapanku yang terakhir adalah uang pesangon dari jamsostek. Tadi pagi aku datang ke kantor BPJS Bekasi, kata petugasnya kartu Jamsostekku yang baru masih aktif, aku harus menunggu hingga mati dahulu. Iya sih, belum sebulan aku berhenti kerja jadi, mungkin kartunya masih aktif. Harapan terakhirku pupus sudah. Aku sedih sekali. Rencana apa yang engkau siapkan untukku ya Allah.
Kepalaku mendadak sakit. Badan ini terasa lemas sekali. Aku sudah tidak mempunyai uang sepersen pun. Aku tidak bisa meminta ke Bapakku lagi, beliau juga sedang susah. Aku harus bagaimana ya Rabb. Di rumah pun tak kunjung reda. Bapakku uangnya sudah habis, kasihan beliau. aku belum bisa membantunya. Air di rumah pun ngalirnya kecil sekali, kami jadi harus berhemat memakai air. Burningan CD skripsiku pun belum diselesaikan. Buku untuk Mrs. Ade pun sama, aku belum mencarinya. Boro-boro untuk itu, buat ongkospun aku tidak punya.
            Arisan aku belum bayar, bulan ini aku harus bayar. Bulan depan aku sudah wisuda. Uang untuk wisuda belum aku bayar. Ya Allah, berilah hambamu ini kekuatan. Keluarkan aku dari keadaan menyedihkan seperti ini. Ya Allah, ku mohon agar besok sudah ditransfer gaji gantunganku, Aamin, Aamin Ya Rabbala’lamin.
***
April 2015
Syukurlah pertengahan November gua bisa ambil gaji gantungan dan jamsostek. Lumayan dapetnya. Tapi gua udah salah langkah. Uang itu abis nggak berbekas begitu aja. Nyesek banget rasanya. Harusnya uang itu bisa buat bayar wisuda. Tapi gua pake buat sesuatu yang nggak penting. Akhir tahun gua lalui dengan berat banget. Sumpah, benar-benar nggak pernah gua bayangkan sebelumnya. Penyesalan benar-benar menghantui gua. Gua banyak belajar dari setiap peristiwa yang terjadi di tahun 2014. Di tahun 2015 ini gua harus lebih baik dari tahun kemarin. Lebih berhati-lagi dalam melangkah. Berpikir lebih dalam lagi sebelum membuat keputusan. Fight..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar