Sabtu, 04 April 2015

Angin








Angin




Kau seperti angin
Datangmu tak disangka
Semilirmu membuatku memicingkan mata
Awalnya
Ku kira kau penggaggu
Ternyata bukan
            Saat ku merasa sendiri di sini
Sepi    
Ku gerah dalam ramai
Saat itu kau melintas pelan
Ada kesejukkan
Ku hirup perlahan aroma kedatanganmu
Menenangkan
Kau menyadarkanku
Angin
Kau adalah karunia Tuhan
Kau mengajarkanku kesabaran
Angin
Sekarang ku tahu
Kau adalah sahabatku

           



Empat Hari untuk Selamanya (Part III)

(Kemanapun Kaki Kita Melangkah, Pulang Jualah Tetap Tujuan Utama Kita) Perjalanan kami masih berlanjut ke negara berikutn...