Kamis, 19 Maret 2015

Wisata ke Bromo, Mudah dan Murah


Wisata ke Bromo, Mudah dan Murah


Pernah menonton film Pasir Berbisik yang di bintangi Christine Hakim dan Dian Sastro? Atau FTV (Film Television) yang sering tayang di salah satu stasiun TV swasta dengan setting gunung dan lautan pasir dengan kuda-kuda dan mobil Jeep? Tahukah kalian itu di mana?
Yup, Bromo. Betul sekali. Salah satu objek wisata terkenal di Indonesia. Jangan ngaku cinta Indonesia kalau belum pernah ke sini. Jangan sampai kalah sama bule-bule yang rela jauh-jauh buat ke Bromo.
Nggak mau lagi deh denger kalimat-kalimat seperti ini, Bromo kan jauh, pasti susah dan mahal buat ke sana. Saya kan sibuk, tidak punya waktu untuk ke sana. Tidak usah banyak alasan. Selama masih ada kemauan, pasti ada jalan. Jadi, jangan hanya tahu tentang keindahan Bromo dari TV atau Film saja ya.
Buat kamu yang mau pergi ke Bromo atau berencana ke Bromo, tenang aja, aku akan memberikan tips ampuh ke Bromo yang nggak bakal menguras isi dompet. Untuk itu aku akan memberikan tips perjalanan ke Bromo dari Jakarta. Simak deh itenarary waktu aku ke Bromo minggu lalu, 6-8 Maret 2015.
Bulan Februari kemarin aku hunting tiket KAI ke Malang PP seharga Rp. 130.000 dengan kereta Matarmaja. Berangkat hari Jum’at dari Stasiun Senen pukul 15.15 dan setibanya di Stasiun Malang pukul 07.30. Di dalam kereta kita bisa istirahat karena paginya kita akan banyak melakukan aktifitas.
Sesampainya di Stasiun Malang kita cari sarapan. Di depan Stasiun, seberang jalan, ada semacam Food Court yang banyak menjual makanan dengan harga terjangkau. Lokasinya yang adem karena banyak pepohanan besar yang tumbuh dan enak banget buat berlama-lama atau sekedar kongkow sambil makan. Banyak jenis makanan di jual di sini. Kalau ingin murah dan beda, bisa di coba menu nasi pecel. Porsinya pas dan lengkap dengan kerupuk dan rempeyek kacang, di jamin pasti kenyang. Untuk harganya sendiri hanya Rp. 7500.
Setelah makan tidak ada salahnya kita untuk jalan-jalan sebentar ke alun-alun kota Malang yang tidak jauh dari Stasiun Malang. Cukup berjalan kaki sekitar lima belas menit. Sepanjang perjalanan pepohonan rindang dan udara sejuk akan menemani kita. Udara di Malang sebelas dua belas dengan Bogor.
Puas menikmati alun-alun, kita bisa langsung berangkat ke Bromo. Dari depan Alun-alun atau depan Stasiun Malang kita bisa naik angkot ke Terminal Malang untuk naik Bus jurusan Terminal Bayu Angga Probolinggo. Dari Terminal Malang ke Terminal Bayu Angga Probolinggo menggunakan Bus dengan tarif Rp. 18.000. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam. Sesampainya di Terminal Bayu Angga Probolinggo kita harus naik lagi angkutan umum berjenis Colt yang baru berangkat jika penumpangnya penuh. Ongkos per orangnya adalah Rp. 35.000.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam, lancar tanpa macet. Tujuan kita adalah kecamatan Ngadisari, desa yang tidak terlalu jauh dari objek wisata Bromo. Sesampainya kita akan mencari home stay untuk kita tinggal semalam. Di sini banyak sekali home stay jadi kita nggak usah susah-susah cari. Tetapi berhubung home stay itu mahal jika harus nempatin sendiri maka dari itu kita harus cari partner untuk tinggal bareng di home stay biar murah. Karena biasanya per home stay di sana tarifnya Rp.400.000 per malam. tetapi tenang aja kok, biasanya supir angkutan Colt yang mengantar kita tadi sering menawarkan kita untuk menginap bareng dengan pengunjung lain. Jadi biaya yang kita keluarkan adalah Rp.400.000 di bagi tujuh orang, Rp. 58.000/orang.
Dan juga kita bisa berangkat bareng ke Bromo bareng mereka dengan menggunakan Jeep sewaan yang bisa di isi sampai tujuh penumpang. Dengan harga sewa Rp. 350.000 sudah termasuk harga tiket masuk ke kawasan Taman Wisata Gunung Bromo. Jadi biaya yang harus kita keluarkan setelah di bagi tujuh adalah Rp. 50.000/orang. Lokasi wisata yang akan kita kunjungi nanti adalah Penanjakan, Gunung Bromo, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies.
Hemat bukan. Jadi bukan masalah jika kita ke Bromo sendiri atau rombongan. Akses dan biaya cukup terjangkau.
Berhubung cuaca di sana dingin sekali jadi usahakan untuk membawa pakaian hangat semacam Sweather atau Jaket tebal. Penutup kepala atau kupluk yang bisa menutupi telinga, syal, sarung tangan wool, kaus kaki dan masker. Karena di puncak Bromo aroma belerangnya cukup menyengat. Dan tidak lupa, selalu sedia uang cash, karena tidak ada ATM di sana.
Estimasi biaya /orang:
1.      Tiket KAI Jakarta-Malang PP @Rp. 130.000
2.      Breakfast @Rp. 7500
3.      Transport dari Malang (Alun-alun atau Stasiun) ke Terminal Malang PP @8000
4.      Transport dari Terminal Malang-Terminal Bayu Angga (Probolinggo) PP @36.000
5.      Transport dari Terminal Bayu Angga (Probolinggo) ke Desa Ngadisari/Home stay PP @70.000
6.      Home stay @58.000
7.      Dinner @10.000
8.      Sewa Jeep @50.000
9.      Biaya tidak terduga @20.000
Total: Rp.389.500 dibulatkan menjadi Rp. 400.000

Empat Hari untuk Selamanya (Part III)

(Kemanapun Kaki Kita Melangkah, Pulang Jualah Tetap Tujuan Utama Kita) Perjalanan kami masih berlanjut ke negara berikutn...