Kamis, 19 Maret 2015

Siapa pun Bisa Menjadi Penulis




Siapa pun Bisa Menjadi Penulis


Mau seperti J.K Rowling, penulis novel laris Harry Potter yang terkenal itu. Atau penulis-penulis beken negeri ini seperti Andrea Hirata, Dewi ‘Dee’ Lestari dan Raditya Dika. Kalau memang iya maka menulislah. Mereka seperti itu karena menulis. Menulis bisa dari hal-hal yang kecil dan sederhana dahulu. Seperti Raditya Dika yang memulai menulis dari Blog. Menulis cerita sehari-harinya di sekolah, di rumah maupun pada saat bersama teman-temannya. Cerita yang sederhana tetapi menarik. Tidak di sangka banyak membacanya dan suka tulisannya, gayung pun bersambut.
Kata siapa menulis itu susah. Siapa pun bisa menjadi penulis. Menulis itu adalah proses kreatif di mana kita bisa mengembangkan ide-ide dan daya imajinasi kita lebih luas lagi. Kita seperti mempunyai dunia sendiri pada saat kita menulis dan bisa lebih leluasa pada saat mengembangkan gagasan. Ide-ide gila silih berganti datang menghampiri kita minta untuk di tuangkan. Banyak yang bertanya bagaimana mengawali proses menulis. Sebetulnya gampang, apa yang ada di pikiran kita di tulis saja. Tulislah apa yang ada di benakmu. Apa saja yang ada di pikiran kamu. Kita bisa mencoba menulis tentang kegiatan sehari-hari kita. Tanpa sadar, kegiatan sehari-hari kita bisa jadi hal yang seru dan menarik.
Mulai dari bangun pagi hingga berangkat sekolah atau kampus. Belum lagi berbagai macam kegiatan kita pada saat di sekolah atau di kampus. Kejadian-kejadian seru dan tak terduga pasti sering menimpa kita. Sayang kan kalau dilewatkan kisah kita yang menarik tanpa menulisnya. Pasti ada kepuasan sendiri yang kita dapat pada saat menulis. Perasaan menjadi plong, lega dan uneg-uneg yang ada di pikiran dan hati kita pun tercurah dengan menuliskannya. Tidak perlu bakat untuk menjadi penulis. Tidak perlu genius untuk menulis dan menjadi penulis.
Mau tulisan kita di baca banyak orang dan di bayar pula? Bisa kok, kita bisa menulis cerita pendek (cerpen), artikel atau puisi dan kirim ke Majalah atau Koran. Atau mau punya buku sendiri dan di pajang di toko buku terkenal. Bisa juga, kita bisa membuat Novel dan kirim ke penerbit-penerbit. Apapun bisa kita lakukan dan mudah saja di era internet seperti ini. Tidak perlu repot-repot seperti jaman dulu yang harus bersusah payah untuk mengirim naskah ke Koran, Majalah dan Penerbit. Menulis dahulu di mesin ketik atau komputer lalu di print out dan di copy menjadi banyak kemudian di kirim satu per satu melalui pos. Butuh biaya dan usaha yang lebih tentunya.
Bandingkan dengan jaman sekarang. Kita sangat dipermudah dalam pengiriman naskah tulisan kita ke Media, baik Koran, Majalah atau pun Penerbit. Naskah yang sudah di ketik tinggal kita kirim melalui e-mail. Jika tidak punya komputer dan internet kita bisa melakukannya di rental komputer atau Warnet terdekat. Mudah bukan. Sebenarnya yang kita butuhkan hanya menulis dan konsisten serta pantang menyerah. Jika semua usaha itu kita lakukan, tak ayal mimpi-mimpi kita untuk menjadi penulis terkenal dan bestseller pun akan kita raih.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita buat menulis, membaca itu wajib. Membaca dan menulis adalah sebuah kesatuan yang harus di miliki oleh seorang penulis. Dan jangan salah, membaca itu bisa membuat awet muda loh. Karena kita akan mendapatkan pengetahuan dan wawasan lebih yang bagus untuk tubuh dan jiwa kita. Membaca pun bisa membuat tulisan yang kita buat nanti tidak kering informasi. Bagi yang tidak suka membaca, nggak usah khawatir. Kita masih bisa menanamkan bibit-bibit membaca ke diri kita.
Mulailah dengan membaca bacaan yang kita suka seperti Komik, Majalah atau sekedar membaca status teman yang menarik di Facebook atau Twittan keren di Twitter. Di jaman yang serba canggih ini, meluangkan waktu kita untuk membaca di mana pun dan kapan pun itu tidak lagi susah. Dengan Gadget di tangan, kita bisa banyak tahu informasi terkini. Di dalam Bus, sambil menunggu kereta, sedang makan di Mall pokoknya every where. Jadi jangan ada alasan lagi kita tidak suka membaca atau pun tidak mempunyai waktu untuk membaca.
Begitupun menulis. Kita bisa menulis di mana saja, kapan pun dan media apa pun. Banyak cara untuk menulis. Kita bisa menulis di buku diary, komputer, Blog atau pun sekedar buat status atau ngeTweet tentang apa yang ada dipikiranmu di Social Media. Bahkan pada saat kita menunggu pun kita masih bisa menulis. Melalui Gadget atau Smart Phone yang kita punya, apa pun bisa kita lakukan, termasuk menulis. Menulislah, karena dengan menulis kita ada. Eksistensi sesorang bisa di lihat dari karya atau tulisan yang dihasilkannya. Raga ini boleh mati, tetapi tidak untu karya kita.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar