Senin, 23 Maret 2015

Kisah Ayah Sepanjang Masa




Judul: Super Father
Penulis: Amanda Ratih Pratiwi, dan Tim Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi
Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai)

Kisah Ayah Sepanjang Masa


“...Cahaya terasa berharga saat gelap abadi.
...Suara menjadi nyata saat sempurna sepi.
...Seperti cintamu, Bapak, yang baru kami pahami saat telah pergi.”
Begitulah kalimat yang terdapat dalam kisah “Cinta tanpa Kata”dari salah satu penulis dalam buku ini, Sakti Wibowo. Sebuah kisah tentang seorang Ayah yang bersikap dingin terhadap anaknya yang mungkin sukar untuk di terima oleh seorang anak yang ingin dimengerti dan dipahami pada saat itu. Akan tetapi di balik sikapnya itu, tersimpan sejuta cinta yang tak terkira. Kisah ini begitu melankolik dan mengharukan.
Super Father adalah sebuah buku antologi  yang berisi kisah tentang pengalaman serta kenangan bersama Ayah yang tak terlupakan. Terdapat dua puluh kisah yang akan membuat kita semua merenung tentang segala jasa dan pengorbanan yang beliau berikan kepada kita.
Sosok Ayah memang tidak sepopuler seorang Ibu yang sudah melahirkan kita, yang kisahnya sering di angkat dan dibicarakan. Di balik semua itu, sosok seorang Ayah tidak kalah pentingnya. Beliau yang rela membanting tulang, bekerja keras demi menafkahi keluarga. Seorang pemimpin dalam keluarga yang memberikan contoh baik kepada anak-anaknya.
Ada enam belas penulis yang berasal dari Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi yang menyumbangkan kisahnya bersama Ayah dalam buku ini.
Seperti yang dituliskan oleh Amanda Ratih Pratiwi mengenai sosok Ayah yang menjadi inspirasinya dalam “Papiku, Papanya, dan Ayah Mereka.” Yang mengisahkan sosok Ayah yang bersikap lembut dan hampir tak pernah marah, yang banyak mengajarkan tentang arti kesabaran dan kejujuran.
Dalam kisah “Tentang Ayahku” yang di tulis oleh Ardhani yang mengisahkan tentang perjuangan seorang Ayah yang menjadi guru honorer di kota besar. Dengan gaji guru honorer yang cukup menyedihkan di tambah gaji selama tiga bulannya yang belum dibayarkan. Seorang guru honorer yang sudah dua puluh tahun mengabdi, kini nasibnya terkatung-katung karena kontrak kerjanya tidak akan diperpanjang lagi. Betapa berat tanggung jawab seorang Ayah demi menafkahi kebutuhan keluarganya. Sang Ayah rela melakukan apa saja, bahkan berencana untuk menjadi pemulung, demi agar anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah.
Banyak kisah di buku ini yang menggugah dan mengetuk relung hati. Selain itu, kisah yang dituliskan oleh Fitta Astriyani yang berjudul “Pahlawan Kalpataruku” akan membawa kita kepada sosok Ayah mempunyai hobi berkebun, memanfaatkan lahan yang ada di rumah dengan menanami berbagai macam jenis tanaman. Selain membuat rumah dan lingkungan tampak asri. Buah atau khasiat yang dihasilkan oleh berbagai tanaman tersebut pun akan berguna dan menguntungkan. Sosok Ayah yang mengajarkannya mencintai lingkungan dan alam sekitar.
“Kupetik Hikmahnya saat Dewasa” adalah sebuah kisah yang dituliskan oleh Aprilina Prastari. Mengisahkan sosok Ayah yang tegas yang mengajarkan banyak hal sejak dini seperti bagaimana menabung, bekerja keras dan berani bicara jika menginginkan sesuatu yang sudah diajarkan sejak dini, yang awalnya terkesan berat dan kejam, maka pada saat dewasa barulah tahu dan memahami hikmah di balik itu semua. Sosok Ayah telihat kaku dan kurang cair terhadap anak-anaknya tetapi memiliki hati yang lembut.
Buku ini dapat mengingatkan kita lagi akan adanya lelaki mulia dalam hidup kita yang bernama Ayah, Bapak, Papa, Abi (apapun sebutannya itu) yang api cintanya tak kan penah padam terhadap anak-anak dan keluarganya. Membaca kisah-kisah di buku ini pun akan membawa kita kepada perenungan dan pertanyaan tentang keberadaan Ayah. Sudah berbaktikah kita kepada beliau?

Empat Hari untuk Selamanya (Part III)

(Kemanapun Kaki Kita Melangkah, Pulang Jualah Tetap Tujuan Utama Kita) Perjalanan kami masih berlanjut ke negara berikutn...